The Smiths adalah salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik alternatif. Band asal Manchester ini berhasil menciptakan karya-karya yang menjadi standar dalam dunia musik, terutama dalam genre indie rock dan post-punk. Salah satu hal yang membuat mereka begitu ikonik adalah lirik yang mendalam, dikombinasikan dengan melodi yang unik dan aransemen musik yang kreatif.
1. Album The Smiths: Perjalanan Band Menuju Ikonik
Sejak terbentuk pada tahun 1982, The Smiths berhasil merilis empat album studio yang masing-masing dianggap sebagai karya klasik. Band yang terdiri dari Morrissey (vokalis), Johnny Marr (gitaris), Andy Rourke (bassis), dan Mike Joyce (drummer) ini dikenal karena gayanya yang unik, memadukan lirik penuh makna dengan melodi gitar yang segar dan emosional.
Album The Queen Is Dead dan Strangeways, Here We Come adalah dua karya yang kerap kali disebut-sebut sebagai album yang paling mencerminkan puncak kreativitas mereka. Dengan begitu banyak penggemar setia yang terus mendengarkan karya-karya mereka hingga kini, tidak bisa dipungkiri bahwa The Smiths telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia musik.
2. Mengulas Album The Queen Is Dead (1986)
2.1 Latar Belakang dan Proses Pembuatan
The Queen Is Dead dirilis pada 16 Juni 1986, dan sering dianggap sebagai puncak karier musik The Smiths. Album ini diproduksi oleh Morrissey dan Johnny Marr, dengan Stephen Street sebagai teknisi suara. Sebelum merilis album ini, The Smiths telah menikmati kesuksesan yang signifikan, tetapi The Queen Is Dead membawa mereka ke level yang berbeda, mendapatkan banyak pujian dari kritikus dan penggemar.
Proses pembuatan album ini tidak lepas dari dinamika yang cukup berat di dalam band, terutama karena hubungan antar anggota yang kadang tegang. Meskipun demikian, hasil akhirnya adalah sebuah mahakarya yang menampilkan perpaduan sempurna antara lirik Morrissey yang penuh sindiran dan pengaturan musik Johnny Marr yang brilian.
3. Mengulas Album Strangeways, Here We Come (1987)
3.1 Latar Belakang dan Proses Pembuatan
Strangeways, Here We Come adalah album keempat dan terakhir dari The Smiths, yang dirilis pada September 1987. Album ini dirilis tak lama setelah bubarnya band tersebut, membuatnya menjadi album perpisahan bagi para penggemar setia.
Jika The Queen Is Dead dianggap sebagai karya puncak kreatifitas The Smiths, Strangeways, Here We Come adalah album yang menunjukkan perkembangan lebih lanjut dalam gaya musik mereka. Album ini menghadirkan lebih banyak eksperimen dengan instrumen dan struktur lagu yang lebih kompleks dibandingkan dengan album sebelumnya.
3.2 Tema dan Lirik
Lirik dalam Strangeways, Here We Come menunjukkan Morrissey dalam suasana yang lebih gelap dan introspektif. Beberapa lagu menggambarkan keputusasaan dan ketidakberdayaan, seperti yang terlihat dalam lagu "I Won’t Share You," yang dianggap sebagai perpisahan emosional dari Morrissey terhadap Johnny Marr dan band itu sendiri.
Di sisi lain, lagu seperti "Girlfriend in a Coma" menunjukkan gaya khas Morrissey, yang sering memadukan humor gelap dengan topik-topik yang suram. Lirik-lirik dalam album ini bisa dibilang lebih suram dibandingkan album sebelumnya, mencerminkan perasaan frustrasi dan ketidakpastian yang mungkin dirasakan oleh Morrissey dan anggota band lainnya menjelang perpisahan mereka.
3.3 Respon dan Dampak
Meskipun Strangeways, Here We Come tidak mendapatkan pujian secepat The Queen Is Dead, album ini tetap dianggap sebagai karya yang solid dan penting dalam diskografi The Smiths. Kritikus pada saat itu mencatat adanya pergeseran dalam arah musik band ini, dengan beberapa memuji kompleksitas musikal yang lebih dalam, sementara yang lain merasa bahwa album ini kurang spontan dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya.
Namun, dengan berjalannya waktu, album ini mulai mendapatkan pengakuan sebagai karya penting yang menandai akhir dari perjalanan musikal The Smiths. Banyak penggemar merasa bahwa Strangeways, Here We Come adalah kesimpulan yang pahit tapi tepat untuk karier band yang begitu berpengaruh.
Hingga hari ini, The Smiths masih dianggap sebagai salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik alternatif. Baik The Queen Is Dead maupun Strangeways, Here We Come terus dipuji sebagai album yang mengubah wajah musik indie rock. Lirik-lirik Morrissey yang tajam dan penuh perasaan serta aransemen musik Johnny Marr yang inovatif telah menginspirasi banyak musisi dan band di seluruh dunia.
Pengaruh mereka juga terlihat dalam banyaknya band dan artis yang menyebut The Smiths sebagai inspirasi utama mereka, seperti Blur, Arctic Monkeys, dan The 1975. Tidak hanya itu, tema-tema yang diangkat oleh The Smiths dalam lagu-lagu mereka, mulai dari kesepian, ketidakberdayaan, hingga kritik sosial, masih relevan hingga saat ini.
Mengulas album The Queen Is Dead dan Strangeways, Here We Come dari The Smiths adalah sebuah perjalanan melalui puncak karier band yang begitu dicintai dan dihormati. Kedua album ini menunjukkan bagaimana The Smiths mampu menciptakan karya yang tak lekang oleh waktu, dengan lirik yang mendalam dan musik yang inovatif.
.jpeg)
.jpeg)
0 Komentar